Education

Analisa Problem PPDB, Komisi V DPRD Provinsi Jabar Kunker ke Sekolah

KESATUONLINE | Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Jawa Barat kini tengah berlangsung. Guna memastikan suksenya PPDB, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunker ke beberapa sekolah di Jawa Barat terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Ir H Abdul Hadi Wijaya M.Sc mengungkapkan, dari kunjungan kerja Komisi V DPRD Jabar menganalisa beberapa masalah pada PPDB 2020 yang harus diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kota/Kabupaten.

“Kami menganalisa dan memprediksi beberapa potensi permasalahan pada PPDB 2020 yang harus bisa diantisipasi,” ujar Gus Ahad, panggilan akrab Abdul Hadi Wijaya, kepada wartawan saat dihubungi, Kamis (11/6/2020).

Dia menyebutkan, beberapa masalah yang terjadi ialah kurang tersampaikannya informasi PPDB akibat kondisi pandemi COVID-19. Sehingga, sosialisasi tertumpu pada sekolah asal.

“Kemudian, akan terjadi penumpukan pendaftar jalur afirmasi siswa miskin pada sekolah kluster bawah. Sementara di sekolah favorit, justru akan terjadi kekurangan pendaftar dari jalur tersebut,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah juga harus dapat mengantisipasi calon peserta didik dari kalangan siswa tak mampu. Yakni, yang tak memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) karena berasal dari keluarga miskin baru akibat terdampak COVID-19.

“Di antaranya dengan penambahan kuota sekolah-sekolah yang berada di daerah kantong kemiskinan. Serta diberlakukannya surat keterangan tidak mampu dari pemerintah setempat,” pungkas politisi PKS ini.

Sebagai informasi, Adapun sekolah yang dikunjungi itu di antaranya SMP Negeri 1, SMP Negeri 5, SMA Negeri 3, SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 9 Kota Bandung. Kemudian, SMA Negeri 1 Purwakarta, dan SMA Negeri 5 Karawang. [red]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top