Politik

DPRD Jabar Tanggapi Pembatalan Pemberangkatan Haji 2020

KESATUONLINE | Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Ir H Abdul Hadi Wijaya M.Sc menanggapi pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji tahun 2020.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1441 H atau 2020 batal dilaksanakan. Pandemi COVID-19 menjadi alasan utama Menteri Agama Fachrul Razi terpaksa meniadakan ibadah haji tahun ini.

“Kami sebetulnya merasa prihatin dan sedih. Namun kami juga harus memahami bahwa ini bukan sesuatu hal yang mudah, bukan sesuatu hal yang sederhana untuk mengambil keputusan tersebut,” ujar Gus Ahad, panggilan akrab Abdul Hadi Wijaya melalui rilisnya, Sabtu (6/6).

Sekjen DPW PKS Jawa Barat ini paham benar betapa kompleksnya manajemen penyelenggaraan haji. Terlebih, pada ibadah haji tahun lalu dirinya ikut berangkat ke Tanah Suci sebagai tim pendamping haji daerah.

“Sangat kompleks. Banyak sekali rekrutmen. Mulai dari tim medis yang direkrut dari seluruh Indonesia. Kemudian ditempatkan mulai di dalam negeri, yakni di embarkasi dan debarkasi. Juga di Jeddah, Madinah dan Mekah yang jumlahnya sangat besar,” kata Gus Ahad.

Dikatakannya, di Saudi Arabia ada pula petugasnya. Misalnya untuk yang bertugas menyeleksi penginapan, memilih katering, driver berikut transportasinya.

“Semuanya ada pengurusnya, ada manajemennya. Termasuk manajemen pengelolaan ibadahnya, maupun sehari-harinya. Jadi, bagaimana agar semua jemaah haji asal Indonesia ini hajinya sah secara syariah. Ini adalah sebuah manajemen raksasa yang masif,” pungkasnya. [red]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top