Inspirasi

Dewan Pendidikan Apresiasi Batik Khas Purwakarta

KESATUONLINE | Ketua Dewan Pendidikan (Wandik) Kabupaten Purwakarta, Agus Marzuki menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dikembangkan oleh jajaran pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Anne Ratna Mustika.

Diantaranya inovasi batik khas Purwakarta yang dirancang oleh beberapa warga masyarakat dan anak mudanya.

Hal tersebut diungkapkan Agus di sela-sela sambutannya dalam pelantikan pengurus wandik, Senin, 14 September 2020 di Pendopo Kabupaten Purwakarta yang dihadiri oleh Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Panitia Seleksi Pengurus Wandik, jajaran pengurus Wandik yang dilantik serta keluarga besar Dinas Pendidikan yang menyaksikan secara virtual.

“Hari ini kita patut bersyukur, pelantikan pengurus wandik diberi pakaian batik khas Purwakarta oleh Bupati melalui Kadis Pendidikan. Ini sebuah inovasi dan kreativitas yang patut diacungi jempol. Tentunya inovasi batik di Purwakarta ini melalui proses panjang, dan dimulai dari pendidikan yang baik,” ungkap Agus.

“Kami pernah diundang oleh bidang kepemudaan bertemu dengan salah seorang mojang berprestasi tingkat Jawa Barat asal Purwakarta yang telah mengembangkan motif batik khas Purwakarta, yakni motif cengkeh, pala, simping dan buah manggis. Wida Awaliya namanya, anak muda dari Wanayasa. Kami kira ini salahsatu wujud konkrit keberhasilan pendidikan berkarakter di Purwakarta yang sudah dimulai pada masa kepemimpinan Bupati Dedi Mulyadi. Dan, baru saja saya dapat kabar artikel Wida Awaliya telah masuk dalam jurnal ilmiah internasional dengan judul The Training of Typical Purwakarta Batik Design Creation in Improvitation Culture Existence kategori Creative Industry Based on Arts and Culture,” tambah Agus Marzuki yang menjabat Ketua Wandik untuk kedua kalinya itu.

Sementara itu, Kabid Kepemudaan saat dimintai tanggapannya mengenai hal tersebut, menyampaikan bahwa sejauh ini bidang kepemudaan berikhtiar mengawal generasi muda dengan beragam potensi yang dimilikinya dengan mendasarkan pada pendidikan karakter.

“Dengan kewenangan yang diberikan oleh bupati dalam urusan kepemudaan ini, kami berikhtiar mengawal anak-anak muda pada usia 16 – 30 tahun dengan mendorong dan memotivasi mereka agar selalu berani berinovasi dan mengembangkan kreativitasnya. Ada energi besar pada diri anak-anak muda yang mesti disalurkan pada jalur positif dan bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Namun, kami tidak mungkin berjalan sendirian, perlu kolaborasi dan sinergitas dengan stakeholder terkait guna mengawal generasi ini,” kata Ahmad Arif Imamulhaq usai mengikuti acara pelantikan pengurus wandik.

Arif berharap pembinaan generasi muda ke depan dapat lebih baik dengan mengedepankan pendidikan berkarakter, prinsip kemandirian berkarya sejalan dengan semangat kewirausahaan serta penyediaan fasilitas sarana prasarana yang memadai.

“Dalam hal pembinaan generasi muda itu yang utama adalah pendidikan karakternya. Karakter itu terdiri dari karakter kinerja dan karakter moral. Karakter kinerja semisal rajin, berani, disiplin dan bertanggung jawab. Adapun karakter moral diantaranya jujur, sopan santun, dan memiliki kebaikan hati yang tulus. Insyallaah tahun depan sesuai arahan ibu Bupati, kami akan merencanakan pembangunan gedung Kwarcab Pramuka dan Gelanggang Generasi Muda yang dapat dimanfaatkan untuk pembinaan generasi muda yang lebih istimewa. Dan, rencananya pada tanggal 2 Oktober nanti, kami akan menggelar Festival Membatik bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian, dan para perajin batik lainnya dengan melibatkan para pelajar dan warga masyarakat Purwakarta,” pungkas Arif, mantan Sekretaris Wandik periode sebelumnya. [red]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top