Culture

Festival Membatik, Ikhtiar Disporaparbud Lestarikan Tradisi

KESATUONLINE | Tidak ada kata berhenti untuk pembinaan generasi muda negeri ini. Berbagai ikhtiar dan langkah pasti mesti diupayakan agar para pemuda pemudi memiliki kecakapan hidup (life skill) yang memadai dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.

Perlu perencanaan yang matang, implementasi program yang pasti, monitoring dan evaluasi yang valid serta tindaklanjut yang terintegrasi.

Pembinaan generasi muda tidak melulu berkaitan dengan kegiatan seremonial. Yang lebih penting justru adalah perencanaan dan prosesnya yang benar-benar mesti telaten dilakukan disertai penanaman nilai-nilai, baik logika, etika maupun estetika.

Kabid Kepemudaan Disporaparbud Kabupaten Purwakarta Ahmad Arif Imamulhaq melalui Kepala Seksi Kepemimpinan dan Kepeloporan mengungkapkan hal tersebut dalam kegiatan Festival Membatik, Sabtu 10 Oktober 2020 di kantornya.

“Membatik menjadi salahsatu kegiatan pembinaan bagi generasi muda dalam menerapkan nilai-nilai di atas di samping pembinaan kecakapan hidup yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka,” tutur Abi.

“Kami melihat banyak potensi seni pada mereka yang perlu ditumbuhkembangkan secara terus menerus dan diapresiasi sehingga akan berdampak terhadap prestasi, kesejahteraan dan kemajuan negeri. Dan kegiatan ini akan kami lanjutkan bekerjasama dengan Komunitas batik Purwakarta dengan target tumbuhnya kreasi batik yang bernilai ekonomis di Purwakarta,” tandasnya.

Merespons penyelenggaraan Festival Membatik yang diselenggarakan oleh Bidang Kepemudaan bekerjasama dengan Forum OSIS dan MPK (FOMPA) Purwakarta, Dewi Hatikah bersama rekan-rekannya dari Komunitas Batik Purwakarta merasa sangat senang dan mendukung sepenuhnya.

“Tentunya, kami merasa senang sekali melihat antusias adik-adik pelajar pemuda dengan adanya kegiatan festival batik ini. Apalagi masih banyak pelajar yang berminat untuk berlatih membatik yang belum bisa hadir saat ini. Kami berharap kegiatan ini ditindaklanjuti agar potensi yang besar di kalangan anak-anak muda dalam membatik dapat menemukan bentuk dan karakternya sehingga mampu menghasilkan karya seni yang tinggi” kata Dewi yang juga perempuan pengusaha ini.

Sementara itu, Haura Dwiffa Ramadhani salahsatu peserta membatik bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini.

“Saya bersyukur sekali dapat mengikuti kegiatan membatik ini. Selain dapat pengetahuan dan pengalaman yang baru, teman baru sekaligus dapat mengembangkan potensi menggambar atau melukis melalui media membatik dengan teknik yang berbeda-beda. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti disini. Pokoknya mah the best deh,” ungkap dara pelajar SMAN 1 Jatiluhur tersebut dengan nada antusias. [red]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top