Advetorial

Jelang Lebaran Harga Daging Melonjak, PPI Jabar Desak Pemerintah Kontrol Harga di Pasar

Ormas PPI Jabar mendesak BUMN dan Bulog segera intervensi harga daging yang menlonjak menjelang lebaran.

KESATU ONLINE – Menjelang hari raya Idul Fitri harga daging semakin melonjak, melihat kondisi tersebut Pimpinan Daerah (Pimda) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Jawa Barat (Jabar), mendesak pemerintah untuk secepatnya mengadakan kontrol harga daging sapi hidup dan daging frozen.

“PPI mendesak pemerintah untuk menyelidiki dan mencegah kemungkinan distributor besar dan menengah, yang notabene mempunyai permodalan dan gudang yang kuat, bertindak monopoli dan kartel harga. Terutama daging dari India yg masih mempunyai ruang untuk sumber daging murah,” ujar Ketua PPI Jabar, Ahmad Baehaqi al-Abrori, melalui pernyataan yang disampaikan, Senin, 3 Mei 2021.

Selain itu PPI juga meminta kepada pemerinta untuk meninjau ulang peran BUMN sebagai rantai pasar pengadaan, karena hanya menambah beban harga di tingkat konsumen. Selain itu tugas pemerintah penting untuk melindungi kepentingan konsumen mendapatkan harga yg wajar dan terjangkau.

“Mendesak pemerintah Melalui BULOG mengadakan intervensi pasar secara cepat dan masif agar rakyat kecil betul-betul mendapatkan daging yang dijanjikan pemerintah dengan harga terjangkau,” jelasnya.

“Sebagai bentuk komitmen dan rasa keadilan untuk membangun peternakan nasional, aturan kewajiban breeding sapi nasional harus tidak hanya diberlakukan untuk feedlot saja. Berikutnya dan secepatnya harus juga diberlakukan oleh importir daging frozen,” katanya.

Ahmad Baehaqi menambahkan, PPI Jabar, memberikan apresiasi kepada feedlot yang sudah mendatangkan sapi dari negara tujuan walau harga sudah sangat mahal. Dengan adanya sapi tersebut akan bisa mengerem laju depopulasi sapi nasional yang sdh punya kecenderungan sapi betina produktif dipotong.

“Terima kasih kepada para peternak sapi lokal yang meskipun didera tantangan dan kebijakan yang belum memihak, masih tetap tangguh mengupayakan lestarinya sapi-sapi lokal,” jelasnya.

Diketahui, harga sapi hidup eks import sudah tembus diharga Rp52 ribu/kg-Rp55 ribu/kg. Sapi Jawa dengan berbagai ras dan sex juga sudah berbondong menuju Jakarta dan Bandung.

Harga daging frozen untuk ukuran yang seharusnya paling murah, daging kerbau frozen India di tingkat distributor sudah menembus angka Rp95 ribu-Rp100 ribu untuk kriteria knucle/daging paha.

Merujuk harga harga diatas, final harga daging akan berpotensi menembus harga diatas Rp150 ribu/kg, jika tidak segera ditangani dengan baik.[red]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top