Politik

Ketua PPI Jabar Soroti Kinerja Bulog dalam Intervensi Kenaikan Harga Daging Jelang Lebaran

KESATU ONLINE – Menjelang hari raya Idul Fitri 2021, harga daging sapi semakin mahal. Hal tersebut tentunya membebani masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Jawa Barat (Jabar), mempertanyakan Bulog dalam mengintervensi harga daging yang terus mengalami kenaikan.

Ketua PPI Jabar, Ahmad Baehaqi mengungkapkan, seharusnya Bulog dan jaringan distributornya, contoh PT. Suri Nusantara Jaya dapat efektif bekerja dan hadir secara nyata membantu masyarakat mendapatkan harga daging sapi yang wajar dan terjangkau.

“Dikhawatirkan, bila pasca lebaran harga daging belum turun, jangan sampai justru terjadi aroma monopoli dan perilaku kartel. Jika ini terjadi, jelas akan merugikan masyarakat,” katanya.

Pemicu naiknya harga daging sapi fresh, kata dia, karena harga sapi import dari Australia sudah sangat mahal. Sementara sapi lokal tidak mampu memberi pasokan yang cukup ke rumah potong hewan. Harga karkas saja sudah mencapai Rp.105.000/kg saat ini bergerak ke Rp.110.000/kg. Fakta itulah yg menjelaskan mengapa harga daging naik menjadi Rp 140.000/kg atau lebih.

“PPI Jawa Barat mengajak semua elemen dan stakeholder, terutama KPPU, untuk mengontrol pihak yang berpotensi melakukan monopoli dan kartel distribusi daging frozen asal India, yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil di masa-masa terjadi pergolakan harga seperti sekarang ini,” pungkasnya.[red]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top