Politik

Israel Segera Turunkan Tensi Serangan

KESATU ONLINE – Dalam waktu dekat, Israel akan menurunkan tensi serangan terhadap Palestina. Minimal sesaat setelah dia menemukan jawaban dari satu ‘Test the water’.

Israel tidak berencana menghancurkan Palestina hari ini sekaligus walau sangat berhasrat.

Dia akan kembali ke rencana awal, untuk menggerogoti Palestina secara perlahan, bertahap, sedikit demi sedikt merampas tanah warga palestina di Tepi Barat.

Saya sebut ini dengan istilah aneksasi merangkak dan genosida perlahan.

Test the water dalam hal ini adalah, untuk mengetahui sejauh mana reaksi dunia saat dia kembali melakukan perampasan tanah, dan serangan brutal yang mematikan itu.

Adapun diketahui sebelum melakukan provokasi kekerasan di Masjid Al-Aqsa kemarin. Negara Yahudi itu terlebih dahulu gencar melakukan normaliasi hubungan dengan negara-negara muslim.

Sebagian menolak, tapi ada juga negara yang menerima misi ‘hubungan diplomatik’ tersebut.

Entah apa yang melatarinya, beberapa negara mungkin saja gelap mata dengan tawaran bantuan jutaan dolar sehingga mau berkhianat pada komitmen kemerdekaan Palestina dan komitmen kemanusiaan, saya tidak tau.

Sebut saja; Sudan, Maroko, Uni Emirat Arab dan Bahrain yang baru-baru ini melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Hasilnya sudah mulai sedikit terbaca, negara-negara muslim yang tergabung dalam OKI mulai terbelah menyikapi serangan agresi Israel ke Palestina.

Banyak yang mengecam, tapi ada juga yang bersikap biasa-biasa saja.

Pertanyaan mengapa Israel tidak melakukan aneksasi dan genosida sekaligus meski tampak sangat berhasrat melakukannya?

Israel tidak ingin dicatat sejarah sebagai bangsa perampas dan pembunuh, Israel tidak sebodoh Hitler atau minimal tidak mau disamakan dengan Nazi yang rasis.

Tapi sebaliknya Israel ingin sejarah mencatat bahwa dia adalah bangsa yang berhasil bertahan dari ancaman teror yang bertubi.

Israel adalah monster yang rumit.

Di satu sisi, dia ingin merampas dan membunuh. Di lain sisi, dia ingin tetap dianggap beradap, berprikemanusiaan, bahkan pahlawan dunia.

Caranya dengan selalu mengambil peran ‘playing victim’ untuk membenarkan semua tindak jahatnya.

Oleh: Fajar Maritim

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top