Inspirasi

Pentingnya Kepeecayaan Diri Bangsa

KESATU ONLINE – USA sudah kita ketahui sebagai negara maju dan juga negara besar.

Civil society di USA di bangun dalam perjalanan waktu yang sangat pankang, mungkin lebih dari 250 tahun, dalam kurun waktu itu mereka sedang mengukir sejarah yang panjang, terlebih ketika dollar menjadi agenda sebagai mata uang dunia.

Sementara Tiongkok, meskipun baru hadir dalam rentang waktu 70 tahun terakhir, tetapi mereka memiliki kepercayaan diri sebagai bangsa yang juga pernah mengukir sejarah panjang yang menghiasi kemajuan dan peradaban dunia.

Hal ini menjadi bekal utama bagi mereka utk mengukir kembali keberhasilan itu di era terkini, kekuatan keyakinan dalam kepercayaan diri melahirkan sikap mandiri yang kuat.

Nusantara yang di gadang – gadang sebagai salah satu kandidat menjadi bangsa yang besar, pun pernah memiliki sejarah istimewa dengan kehadiran kekuatan maritim yang di bangun oleh Sriwijaya dan kekuatan ekonomi yang di bangun oleh Majapahit.

Namun kemudian hari kekuatan ekonomi majapahit rapuh oleh faktor internal yang tidak memperhatikan ukhuwah dalam diri dinasty nya.

Terlebih ternyata bangunan kekuatan pertahanan nya pun rapuh, dan ini menjadi peluang bagi para pemberontak untuk mengambil peran dan bagian untuk memisahkan diri.

Kini kita terlahir mesti nya memiliki mental sebagai pewaris dua kejayaan yang pernah dilahirkan oleh kekuatan maritim sriwijaya dan kekuatan ekonomi majapahit.

Sangat disayangkan kita hanya mampu menjadi pewaris mental in lander karena besar nya peran kekuatan ekonomi yang di bangun VOC dengan dukungan militer Kerajaan belanda.

Mereka melakukan perdagangan dengan resolusi kesewenangan dan menempatkan pribumi tidak sebagai mitra dagang tetapi sebagai kaum yang di paksa dengan upah murah bahkan dengan kewajiban kerja rodi.

Dari sini kemudian kita terlahir menjadi kaum feodal dengan strata gusti dan kaula.

Dalam posisi ini pada waktu yang lama hanya membentuk sikap pribadi untuk mencapai obsesi stratifikasi dalam berbagai kehidupan, khusus nya strata sosial.

Menjadi penguasa adalah kemulyaan, menjadi haji adalah kemulyaan, menjadi ustadz adalah kemulyaan, dan tidak berorientasi empowerment dan developemented.

Wajar jika peran kita begitu jauh terlambat, karena dengan sikap dan mental tujuan hidup untuk mencapai strata, tidak berdampak pada penguatan sebagai bangsa yang mampu dengan jeli melihat potensi diri sebagai peluang untuk maju.

Banyak hal dalam torehan ini menjadi alasan dan tidak tersampaikan, tetapi paling tidak kelemahan bangsa ini utk mengambil peran dalam percaturan dunia adalah dengan membangun kepercayaan diri dan mandiri dalam berbagai aspek.

Selamat membangun kepercayaan diri dan mandiri untuk berbuat apapun.

Oleh : Dadan K. Ramdan.
(Sekjen Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Jawa Barat (Jabar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top