Pendidikan

Dosen Prodi PAI UNJ Lakukan Pendampingan di Madrasah Ibtidaiyah Yurja

KESATU ONLINE – Dosen Prodi PAI Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr Amaliyah Mpd secara khusus melakukan pendampingan penyusunan instrumen penilaian sikap sosial melalui media digital di Madrasah Ibtidaiyah Yurja.

Hal tersebut dia lakukan sebagai solusi penilaian guru pada pasa pandemi Covid-19.

Dia menjelaskan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan batuan media digital pastinya akan menghadapi kendala dan kesulitan yang akan dihadapi oleh siswa maupun guru dan bahkan orang tua siswa.

Kendala yang cenderung dihadapi siswa, kata dia, adalah jaringan internet dan kemampuan menyediakan pulsa internet, sehingga banyak orang tua yang mengeluh, bahkan keluhan orang tua  bukan hanya masalah pembelian pulsa akan tetapi juga menjadi guru di rumah, sehingga banyak orang tua kesulitan mengajarkan anak di rumah.

Kendala lainnya yang dihadapi oleh guru Madrasah Ibtidaiyah YURJA antara lain pada aspek penilaian. Berdasar hasil kuesioner terbuka, mereka mengalami kesulitan melalukan penilaian sikap karena pembelajaran dilakukan secara daring, sehingga tidak dapat mengobservasi secara langsung sikap siswa.

Kondisi ini, sambung dia, cenderung menyebabkan ketercapaian ranah sikap pada saat menggunakan metode daring cenderung kurang optimal, karena guru lebih banyak mengukur ketercapaian pada ranah pengetahuan dan keterampilan.

Sementara penilaian sikap cenderung diabaikan, dan umunya sikap yang dinilai adalah pada aspek kehadiran dan keaktifan selama tatap muka menggunakan media sinkronus adapun sikap lain seperti kerjasama, menghargai dan membatu pada sesama teman, diabaikan, hal ini terjadi karena metode daring dan belum menemukan model penilaian alternatif selama pembelajaran jarak jauh mengggunakan media asinkronus, seperti whatsapp.

Dia mengungkapkan, hasil pengabdian menunjukkan bahwa faktor terbesar untuk mengatasi kesulitan guru dalam melakukan penilaian sikap sosial selama masa pandemi Covid-19 adalah menambah pengetahuan tentang cara mengembangkan instrument penialian sikap sosial, khususnya cara mengembangkan aspek-aspek dalam penilaian sikap sosial yang tidak hanya memenuhi capaian dalam KI dan KD pada kurikulum dan bahan ajar.

“Tetapi harus dipertimbangkan aspek kebutuhan dan ketercapaian yang tepat sasaran, penilaian sikap sosial bukanlah untuk memenuhi komponen pembelajaran, akan tetapi mampu memberdayakan siswa untuk terbiasa melakukan sikap sosial yang belum pernah dilakukan sehingga menjadi terbiasa tanpa harus ada paksaan,” paparnya.

Faktor kedua, tambah dia, adalah memanfaatkan media digital untuk menilai sikap sosial siswa melalui rekaman video, kemudian dinilai dengan rubrik penilaian sikap berbasis perilaku psikologis, seperti perilaku siswa pada saat bekerja kelompok.

“Misalnya dilakukan dengan sungguh-sungguh indikatornya adalah wajah ceria, tanpa ada beban, atau dapat pula dilengkapi dengan instrument portofolio seperti ketepatan mengumpulkan tugas, kemamapuan komunikasi disertai sopan santun, dan lainnya,” pungkasnya.[rls]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top