Advetorial

Semoga Tidak Ingkar ‘Janji’, PT Lansena Jaya Sanggupi Tuntutan Warga Perum SJP Cijantung

KESATUONLINE | PT Lansena Jaya pengembang perum Subsidi Sindang Jaya Permai (SJP), Desa Cijantung, Kabupaten Purwakarta, berjanji segera memenuhi permintaan warga perihal pembebasan akses jalan menuju perum dan pembebasaan tanah makam umum (TPU). Pasalnya, tuntutan warga perum SJP hingga saat ini belum direalisasikan oleh PT Lansena Jaya, semoga tidak ingkar ‘janji”.

Pjs Desa Cijantung, Mad Rukmana mengungkapkan, pengembangan perum di Desa Cijantung yang dikerjakan oleh PT Lansena Jaya diduga cacat hukum. Hal tersebut dilihat dari volume pembangunan mencapai 500 unit, dengan luas lahan 3,5 hektar.

“Berawal dari pengembang itu rencananya satu hektar ternyata ekspansi 3,5 hektare, ini jelas cacat hukum dan sekarang volumenya sudah mencapai 500 unit,” ujar PJS Kepala Desa Cijantung, Rabu malam (3/06/2020).

Dia menegaskan, dengan dibangunnya 500 unit ini, jumlah penduduk sudah padat dan pihak pengembang wajib membuat jalan lingkar. “Selain itu warga setempat pribumi meminta untuk perbaikan jalan. Sebab jalan desa yang dipakai kendaraan matrial pada saat keluar masuk barang pembangunan perum,” katanya.

“Ini warga setempat dan warga perum menuntut sebagai hak nya diberikan fasilitas umum dan fasilitas sosial oleh pengembang serta pengembang diminta pertanggungjawaban penggunaan jalan desa yang dimiliki oleh masyarakat,” tegasnya.

Dia sendiri menilai, musyawarah ini sangat positif sebab ini di awali dari tuntutan warga perum dan itu merupakan hak kepemilikan perum,” Pengembangan harus menyediakan pasos dan pasusm serta lainnya,” jelasnya.

Sementara didepan warga perum SJP, pihak PT. Lansena Jaya, Alan suherlan menyanggupi untuk membuat jalan lingkar desa dan akan direalisasikan secepatnya sesuai berita acara serta menyangupi untuk perbaikan jalan desa yang sudah dilalui oleh proyek pembuatan perum pada saat dulu.

“Untuk jalan lingkar sesuai dengan berita acara terdahulu, dan untuk perbaikan jalan desa yang dilalui akan diperbaiki mulai bulan oktober dan apabila mengingkari perjanjian Alan Suherlan selaku pihak pengembang siap dilaporkan ke pihak berwajib,” pungkasnya, dihadapan warga saat membacakan surat perjanjian. [red]

Baca Juga:  Wagub Jabar dan Kadis ESDM Tutup Galian Ilegal di Desa Wisata
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top