Jawa Barat

Pernyataan Sikap Ormas PPI Jawa Barat: Desak Pemerintah Tetapkan PMK Jadi Wabah Nasional

KESATU ONLINE – Mencermati perkembangan penyakit mulut dan kuku (PMK) di masyarakat yg sudah masuk di banyak propinsi , kabupaten, kecamatan dan desa. Berdasar sifat penularannya yg cepat dan 100% tertular apabila sudah ada salah satu terinfeksi. Maka kami Pimda PPI Jawa Barat perlu menyampaikan sikap sebagai berikut :

  1. Pemerintah perlu segera mempertimbangkan untuk menetapkan status wabah nasional agar ada penanganan yg serius.
  2. Agar BUMN dan BUMD yg bergerak di bidang pangan agar benar-benar hadir memberikan solusi terhadap sapi-sapi hasil peternak rakyat sebagai antisipasi kemungkinan pasar rakyat yg tidak mampu menampung.
  3. RPH kota yg jauh dr sentra produsen ruminansia dibuka seluas luasnya untuk pemotongan sapi pmk
  4. Agar pemerintah membuat kebijakan dgn skala prioritas vaksin disentra pembibitan dan vaksin gratis untuk para peternak
  5. Penting adanya kebijakan relaksasi pinjaman ternak, untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya masalah sosial di tengah-tengah masyarakat
  6. Memberi kepastian kepada perbankan atas persoalan force majeure, baik kompensasi kepada bank maupun kepastian pembiayaan selanjutnya.
  7. Angka kemiskinan dan kriminalitas dikhawarirkan meningkat dikarenakan mata pencaharian yg mendadak hilang dan tdk mempunyai alternatif pemasukan. Pemerintah harus sesegera mungkin merecovery usaha ternak masyarakat terdampak.
  8. Pemerintah secepatnya membuat instrumen pemulihan ekonomi nasional sektor peternak ruminansia, dengan memberikan stimulus yg tepat kepada yang terdampak.
  9. Pemerintah harus terus menerus kampanye bahwa makan daging dan susu dari sapi terjangkit pmk, tidak berbahaya bagi yang makan
  10. Menghentikan impor produk daging, kulit dan hewan dari sumber yang disinyalir sebagai penyebab pmk saat ini.
Baca Juga:  Ridwan Kamil: Tak Ada Lagi Zona Merah di Jabar

Ketua Pimda PPI
Jawa Barat

AHMAD BAEHAQI AL ABRORI

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top