Khazanah

Optimalisasi BLK di Dunia Pesantren Memperkuat Moderasi Beragama

Dosen Prodi PAI Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr.H.Sa’dullah.

KESATU ONLINE – Dosen Prodi PAI Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr.H.Sa’dullah menyampaikan optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) di dunia pesantren dapat memperkuat moderasi beragama.

Hal itu dia sampaikan pada saat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselengarakan Dosen UNJ di Ponpes Nurul Huda Setu Bekasi, belum lama ini.

Menurut Sa’dullah, BLK adalah unit pelatihan kerja yang bertujuan untuk memberikan bekal dan keterampilan teknis produksi atau keahlian vokasi, sesuai kebutuhan kerja bagi komunitas masyarakat.

Baca Juga:  Buruh Migran di Jawa Barat Banyak Tersandung Kasus

“Sudah banyak contoh-contoh diawali dari BLK Komunitas berkembang menjadi unit usaha sendiri. Bisa menghidupkan pesantren di samping memang tujuan utamanya adalah memperkuat kompetensi santri dan masyarakat di sekitar pesantren. Agar BLK Komunitas dapat melahirkan lulusan yang dapat masuk ke pasar kerja atau berwirausaha, mendorong kemandirian BLK Komunitas menjadi strategi yang diterapkan,” paparnya menjelaskan.

Hal ini dilakukan, kata dia, dengan membangun kerja sama antara BLK Komunitas dengan industri-industri setempat. Sehingga diharapkan lulusan BLK Komunitas memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, atau berwirausaha secara mandiri sesuai dengan potensi daerah setempat.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Lantik Dirut RSHS Jadi Kepala Dinas Kesehatan

“Disamping memiliki pengetahuan agama, mereka juga dibekali dengan kompetensi, baik untuk kepentingan pasar kerja maupun untuk kepentingan yang melahirkan entrepreneur dengan kompetensi yang dibekali BLK Komunitas,” ungkapnya.

Dia menambahkan, ditekankan para instruktur di BLK Komunitas mempunyai wawasan moderasi beragama, sehingga dapat memberikan pencerahan kepada siswa ketika mereka bersosialisasi di masyarakat dan ditempat kerja.

“Sehingga lahir generasi pekerja kreatif, produktif, serta moderat, nasionalis dalam menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI,” ujarnya.

Baca Juga:  Ini Strategi Pemkab Purwakarta Kuatkan Ekonomi saat Pandemi Covid-19

APA ITU MODERASI BERAGAMA?

Moderasi beragama berarti cara beragama jalan tengah sesuai pengertian moderasi tadi. Dengan moderasi beragama, seseorang tidak ekstrem dan tidak berlebih-lebihan saat menjalani ajaran agamanya. Orang yang mempraktekkannya disebut moderat.

“Moderasi adalah jalan tengah. Dalam sejumlah forum diskusi kerap terdapat moderator orang yang menengahi proses diskusi. tidak berpihak kepada siapa pun atau pendapat mana pun. bersikap adil kepada semua pihak yang terlibat dalam diskusi,” pungkasnya.

[red]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top