Nasional

Kahmi Desak Badan Kehormatan DPR Beri Sanksi Arteri Dahlan

KESATU ONLINE – Korps Alumni HMI Jawa Barat (Kahmi Jabar) meminta Badan Kehormataan DPR RI memberikan sanksi kepada anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, karena melontarkan pernyataan kontroversial terkait Bahasa Sunda.

Pernyataan kontroversial Arteria itu ialah meminta Jaksa Agung mencopot salah satu Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) karena menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat.

“Sangat layak (disanksi). Ini sudah bibit perpecahan bangsa, sudah tendensius pada satu suku,” tegas Koordinator Presidium Kahmi Jabar, Johni Martiyus Sutan Sarialam, dalam keterangan tertulisnnya, Selasa (18/1).

Baca Juga:  Pameran Pendidikan Dorong APK Perguruan Tinggi di Jabar

Menurutnya, PDIP juga selaku partai pengusung Arteria memberikan peringatan bahkan sanksi kepada anggotanya tersebut. “PDIP perlu mengevaluasi Arteria karena pernyataanya melukai banyak orang,” ujarnya.

Johni menilai, pernyataan Arteria itu tidak mencerminkan jiwa nasionalisme yang seharusnya diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terlebih, Arteria merupakan Wakil Rakyat yang berinteraksi dengan masyarakat Indonesia dengan latar belakang suku dan bahasa yang berbeda-beda. Seharusnya, kata Joni, persoalan penggunaan bahasa seharusnya disikapi dengan bijak.

Baca Juga:  Masuk Tahun ke 11, SWIT Wanayasa Purwakarta Santuni 150 Anak Yatim

Johni meminta agar Jaksa Agung tidak memenuhi permintaan Arteria untuk memecat Kajati hanya karena penggunaan bahasa dalam rapat. Sebab, jika hal itu disetujui, maka bakal terjadi pemecataan dikalangan pejabat lain yang menggunakan berbagai bahasa, seperti bahasa Inggris dan bahasa kedaerahaan lainnya.

“Statment Arteria Dahlan tidak mencerminkan pemimpin, membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Baca Juga:  Pelajar Purwakarta Jadi Role Model Kesadaran Hukum dan HAM

Johni mendesak agar Arteria meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Suku Sunda.
“Kahmi Jabar menuntut Arteria meminta maaf,” pungkasnya.

Arteria menyampaikan permintaan kontroversial itu saat mengikuti rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/1).

[red]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top