Pemerintah

Pemkab Purwakarta Wujudkan Program Satu Nusa Satu Takaran

KESATUONLINE | Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menyampaikan ucapan terimakasihnya atas dukungan dari Kementerian Perdagangan bagi kemajuan pengembangan metrologi legal di daerah yang dipimpinnya.

“Selain program Ceu Ati (Cek Ukuran Akurasi Timbangan) yang merupakan terobosan dari Kabupaten Purwakarta lakukan dengan menggandeng ibu-ibu PKK untuk menyuarakan kepedulian terhadap ukuran, takaran dan timbangan pada saat berbelanja di pasar. Terobosan lainnya yang dilakukan di Purwakarta adalah optimalisasi tenaga honorer yang saat ini berjumlah 32 orang dengan memberikan pelatihan dan pembekalan teknis khususnya di bidang reparasi UTTP yang saat ini sedang dilakukan,” ujar Anne,

Sementara, Sekjen Kemendag, Suhanto yang didampingi Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian juga menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan akan menyusun roadmap pelaksanaan pelatihan Juru Timbang dan Reparatir dalam 4 tahun ke depan (periode 2020-2024) dan pelatihan di Purwakarta ini merupakan start awal dalam rangkaian pelaksanaan pelatihan Juru Timbang dan Reparatir tersebut.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian (PPSDK) juga menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang bersifat teknis bagi SDM aparatur maupun non-aparatur sipil negara. Salah satunya melalui pelatihan Juru Timbang dan Reparatir ini.

Dalam agenda tersebut, Direktur Metrologi, Rusmin Amin juga menambahkan akan ada langkah-langkah strategis akan disusun oleh Kementerian Perdagangan dalam hal ini Direktorat Metrologi berkolaborasi dengan PPSDK dan Unit Metrologi Legal di daerah dalam hal penyelenggaraan pelatihan bagi Juru Timbang dan Reparatir.

“Dan tentunya pelatihan-pelatihan tersebut tidak hanya satu kali dilaksanakan tetapi juga diikuti dengan upgrading-upgrading yang dibutuhkan di kedepan hari. “Purwakarta menjadi titik awal dimana diharapkan lebih dari 1000 tenaga juru timbang dan reparatir secara nasional akan dapat dilatih dalam waktu yang tidak lama. Sehingga di akhir tahun 2021 target
tersebut dapat tercapai.Dan pengembangan kompetensi Juru Timbang dan reparatir diharapkan dapat menjadi bagian dari peningkatan tata kelola manajemen pasar dan tentunya peningkatan tertib ukur,” kata Rusmin. [red]

Baca Juga:  Uu Ruzhanul Resmikan Program SNIRUPA, Untuk atasi penyalahgunaan NAPZA di Jabar
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top