Pendidikan

Anak Muda Purwakarta Mesti Siap Menghadapi Era Digital

PURWAKARTA, Kesatuonline – Generasi muda Purwakarta sudah sepatutnya mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan digitalisasi dan otomasi hampir seluruh sendi kehidupan manusia. Didorong pula dengan semakin meluasnya jaringan internet hingga ke pelosok negeri.

Keberadaan internet dan tantangan revolusi industri 4.0 sebagian besar tidak direspons secara positif. Alih-alih memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk kepentingan masa depan yang lebih baik, kaum milenial lebih condong menggunakannya untuk bersenang-senang, main game, atau bermedsos ria.

Baca Juga:  Vaksinasi Guru dan Tenaga Pendidik Terus Berproses

“Tantangan anak muda adalah soal kualitas sumber daya manusia yang kreatif, produktif dan kompetitif. Di sisi lain, generasi milenial mengalami pergeseran tata nilai, mental dan spiritual. Dampaknya, mereka sudah tercerabut dari budaya dan tradisi, namun belum siap hadapi revolusi industri 4.0”, demikian diungkapkan Kabid Kepemudaan usai menerima dua orang pemuda pegiat dunia digital, Farlan Rachman Maulana dan Muhammad Ghifari Yusuf.

Diketahui, Farlan Rachman Maulana sedang berupaya merampungkan aplikasi Gojek In yang dirancangnya. Sementara Muhammad Ghifari Yusuf adalah founder aplikasi Dzikirqu yang sudah dapat didownload pada google playstore.

Baca Juga:  Pelajar dan Mahasiswa Purwakarta Digembleng Nilai-nilai Karakter Kepemimpin

Farlan dan Ghifari berharap bidang Kepemudaan Disporaparbud dapat mendorong dan membantu memfasilitasi generasi milenial dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

“Kami berharap bidang kepemudaan terus mendorong, membimbing dan memberikan fasilitas bagi anak-anak muda Purwakarta agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya menjadi kompetensi dan prestasi,” tutur Farlan Rachman Maulana, alumnus SMAN 1 Sukatani tersebut.

Baca Juga:  Pengabdian Dosen PAI UNJ, Latih Guru-guru di Ponpes Nurul Huda Bekasi

Sementara Ghifari menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam membangun generasi muda Purwakarta.

“Insyaallah saya siap membantu program kepemudaan yang ditujukan agar setiap anak muda dapat berdaya dan bermanfaat bagi diri, masyarakat dan bangsanya dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Untuk itu, dalam waktu dekat kami akan bekerjasama dengan bidang kepemudaan menggelar seminar dan workshop tentang revolusi industri.” ungkap pelajar yang menamatkan pendidikan SMP-nya di Al-Moattasem International School di Arab Saudi.(rls/red)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top