Politik

Ini Pesan Kiyai Ma’ruf Amin Saat Menyambangi Purwakarta

PURWAKARTA, Kesatuonline – Cawapres nomot urut 01 Kiyai Ma’ruf Amin menyambangi ponpes Al-Muhajirin Kabupaten Purwakarta, kedatangan Ma’ruf Amin dalam agenda Tabligh Akbar memperingati Hari Lahir NU ke-93 dan Milad ke-26 Ponpes Al-Muhajirin di Ponpes Al-Muhajirin.

Dihadapan ribuan santri, Ma’ruf Amin meminta agar para santri tidak merasa minder. Karena banyak para pemimpin di Bangsa Indonesia ini justru lahir dari kalangan santri. Semisal menjadi menteri dan gubernur.

Baca Juga:  Jelang Pilkades, 574 Cakades Purwakarta Gelar Deklarasi Damai

“Hanya saja Allah SWT, berkehendak lain, saya diminta untuk menjadi Wakil Presiden. Mudah-mudahan saya bisa memberikan yang terbaik bagi Bangsa Indonesia,” kata Kyai Ma’ruf Amin, pada Sabtu (16/2).

Selain itu, Kyai Ma’ruf juga mengurai sejarah penetapan hari santri nasional. Hal ini berkaitan dengan sejarah adanya resolusi jihad dari Hadratus Syaikh, KH Hasyim Asyari.

Baca Juga:  Cara Ambu Anne Hadapi Covid-19 Jelang Bulan Ramadhan

“Pada saat itu padahal kemerdekaan sudah diraih oleh Bangsa Indonesia, namun penjajah akan coba kuasai Indonesia lagi,” katanya.

Menurut Kiai Ma’ruf resolusi jihad inilah yang membantu membakar semangat Bung Tomo di Surabaya. Lebih tepatnya pada 10 November 1945. “Bung Tomo mengeluarkan pekik Allahu Akbar-nya berdasarkan resolusi jihad dari KH Hasyim Asyari,” pungkasnya.(rls/red)

Baca Juga:  Areal Publik di Kecamatan Purwakarta Kota Disemprot Desinfeksi
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top