Politik

Membaca Arah Politik di Pilkada 2020 Karawang

Diketahui, delapan kabupaten/kota di Jawa Barat akan menggelar pilkada serentak 2020. Kedelapan daerah itu yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Depok
Pemprov Jawa Barat sudah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat yang akan memulai tahapan pilkada serentak di delapan daerah tersebut mulai September 2019.


Khusus untuk Kabupaten Karawang, penulis akan mencoba mengurai analisa peta kondisi Politik Karawang jelang terbentuk koalisi, ditinjau dari sudut pandang ketokohan dan background kompetisi para kandidat, yang diprediksi muncul dan bertarung di Pilkada Karawang.

Ada dua sudut yang dijadikan figur penting dalam kacamata penulis. Pertama, dari unsur Politisi, dalam hal ini biasanya diwakili oleh para kandidat dari incombent, anggota Dewan dan para ketua Partai Politik. Kedua, Kandidat baru dari kalangan pengusaha yang diprdiksi sebagai penbeck up cost politik pemenangan pasangan calon potensial.

Isu pecah kongsinya duet incombent antara Bupati Cellica dan Wakil Bupati Jimy, menjadi benang kusut awal yang menjadi cikal bakal terbentuknya poros baru, yang digadang keduanya akan menjadi Bakal Calon yang sama-sama mengisi kandidat Calon Bupati. Penentunya mereka sebelum bertarung wajib bin kudu mampu melahirkan sosok atau figur Cawabup yang kuat secara elektabilitas, juga financial.

Baca Juga:  Hadapi AKB, Wagub Jabar Sambangi Warga di Majalengka


Karena itu, beberapa figur digadang muncul memetakan arah koalisi guna mencari peruntungan. Selain berlatar belakang trah politik yang cukup mumpung di Karawang. Mari kita coba urai beberapa figur.

Sebut saja yang pertama, diantaranya Gina Fadlia Swara, yang berlatar belakang trah politik yang cukup kuat, selain dia merupakan anak dari mantan Bupati Karawang Ade Swara, Jam terbang Gina yang saat ini merupakan anggota Dewan Jawa Barat Fraksi Gerindra, Pertarungan di Pileg 2019 lalu, Gina kini terpilih lagi meneruskan kemampuan akselerasi politiknya. Jelas modal ini sangat kuat. Terlebih Gina, bernaung dibawah partai Gerindra yang notabene merupakan partai yang hari ini menguasai dominan perilaku kursi di Legislatif Provinsi Jawa Barat.


Kedua, H. Asep Karyanto. Seperti di ketahui warga Karawang, H.Asep Karya atau yang dikenal (Jisep) merupakan pengusaha yang pernah membek up kemunculan sosok Incombent Bupati Cellica, yang tak lain waktu itu merupakan adik iparnya. Keluarga Haji Karya yang dikenal mewarisi dinasti usaha hampir seluruh POM Bensin di Karawang dan beberapa Rumah Sakit swasta serta menguasai jaringan pengusaha Gas 3 Kg Pangkalan se Karawang, Jelas figur ini merupakan kandidat alternatif yang dimungkinkan muncul. Konon isunya partai peraih kursi kecil sudah mulai melakukan konsolidasi dan bersatu dibarisan Jisep.

Baca Juga:  Iyus Permana: Hak Preogratif Bupati untuk Memilih Kadis  


Lalu Bagaimana suguhan kandidat ideal yang harusnya disuguhkan Koalisi Parpol? Menurut kacamata penulis terlepas koalisi itu hak Partai Politik, tulisan ini hanya mampu memberikan gambaran ringkas tentang bagaimana opsi-opsi ideal sosok figur Cabup dan Cawabup yang berpotensi menang.


Pertama, Bupati Cellica sebagai Incombent jyang memiliki Partai Demokrat elas ingin menang dan mempertahankan kekuasaannya. Namun jika salah opsi dalam mengambil figur cawabup, bisa jadi awal keruntuhan elektabilitasnya. Maka dua figur diatas merupakan opsi ideal. Hanya saja jelas, dari segi gender, H.Asep Karya lebih ideal. Karena gerak ngurus Karawang membutuhkan figur Cawabup yang menguasai jaringan atas bawah dengan financial yang cukup.


Kedua, Incombent Wakil Bupati Jimy, yang memiliki gerbong PKB yang hari ini digadang maju jadi Cabup, memiliki modal dari jabatannya selama 5 tahun, jelas merupakan kandidat yang memiliki modal popularitas yang cukup. Maka cukup menarik dan kuat jika Gina bersedia jadi Cawabupnya. Paket koalisi figur Jimy-Gina diprediksi bisa bersaing ketat dengan Cellica-Jisep. Jika oaket ini bisa diwujudkan.

Baca Juga:  UMKM Masuk dalam Program Kebijakan yang Lebay


Ketiga, Gina yang notabene berasal dari Trah politik yang kuat, sangat dimungkinkan maju sebagai Cabup, jika ia mampu menggaet cawabupnya dari Koalisi sejati Gerindra yaitu PKS. Koalisi ini jika diwujudkan akan membelah lautan suara kekuatan Incombent.


Keempat, Lalu kemana figur lain? Analis penulis melihat tokoh atau figur yang lain akan menjadi second opinion atau penyerta gerbong. Sedikitnya akan terjadi 3 sampai 4 paket koalisi yang diprediksi muncul di Pilkada Karawang 2020. Terlebih ada PDIP dan Golkar yang merupaka Partai Lokomotif pengusung Kandidat Utama. Kali ini kita hanya akan menyaksikan kemana arah koalisi itu terbentuk. Setelah partai berkoalisi dan memiliki kesepahaman. Terlebih pola rumit mencari titik temu mahar politik dan bargaining masing-masing yang cukup rumit, nyatanya ditentukan oleh elit partai politik.(*)

Oleh: Hadi Saeful Rizal, S.Sos.I, M.Pd (Analis Sosial & Politik)




Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top