Politik

Ormas Projo: Alokasi BLT Bisa Gunakan Dana Desa

KESATU ONLINE | Ketua Ormas Pro Jokowi (Projo) Kabupaten Purwakarta, Asep Burhana menanggapi terkait polemik Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Menurutnya, pengalokasian BLT bisa melalui dana desa dasar hukumnya peraturan mentri desa PDTT No 6 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan mentri desa PDTT No 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2020.

“Yang sasarannya keluarga miskin non PKH atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kehilangan mata pencaharian belum terdata dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun atau kronis,” ujar Ketua Projo Kabupaten Purwakarta Asep Burhana. Selasa (28/4/20).

Untuk mekanisme pendataan oleh relawan desa lawan Covid 19, Asep memaparkan, basis pendataan di RT dan RW, musdes khusus untuk validasi finalisasi dan penetapan penerima BLT Dana Desa yang ditandatangi oleh Kepala Desa, pengesahan oleh Bupati/Wali Kota atau camat selambatnya 5 (lima) hari kerja.

Ia merinci, untuk metode penghitungannya Dana Desa yang kurang dari Rp.800.000.000 juta BLT Dana Desa maksimal 25% dari jumlah Dana Desa, Dana Desa Rp. 800.000.000 – Rp 1.200.000.000 BLT Dana Desa maksimal 30% dari jumlah Dana Desa, Dana Desa lebih dari Rp 1.200.000.000 BLT Dana Des maksimal 35% dari jumlah Dana Desa.

“Jadi harapan kami kedepan masyarakat harus cerdas, ini sudah menjadi aturan yang sudah jelas bila bantuan langsung tunai (BLT) sampai ke tangan masyarakat berati itu kebijakan dari pemerintah pusat, jadi kami tidak berharap BLT ini tidak tetap sasaran, gak kunjung- kunjung nyampe, tidak sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan,” pungkasnya. [gop]

Baca Juga:  Bapak dan Ibu Guru, Tuliskan Kisah Inspiratif Mu Selama Pandemi Covid-19 di Halopelajar.id
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top