Politik

Penundaan Cicilan Kredit Kendaraan Bermotor dan Kolaborasi Inovatif Jaga Kelangsungan Ekonomi

KESATUONLINE | Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin meminta agar perusahaan pembiayaan mendukung imbauan pemerintah untuk memberi keringanan kepada debitur untuk mengangsur cicilan kendaraan bermotor.

Menurut Puteri, Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan kelonggaran dan relaksasi kredit bagi industri keuangan non-bank berupa penundaan cicilan hingga satu tahun serta penurunan bunga.

“Kebijakan relaksasi ini perlu diikuti tindakan-tindakan konkret yang mengikat seperti penyusunan mekanisme yang jelas, sehingga memberikan kepastian bagi debitur. Bukan hanya itu, lembaga pembiayaan juga perlu segera mengidentifikasi debitur yang secara ekonomi terdampak COVID-19. Misalnya, pengendara ojek online dan sopir taksi yang mengalami penurunan pendapatan akibat physical distancing,” ujar Puteri.

Secara rinci, OJK memberikan relaksasi bagi multifinance melalui penundaan pembayaran untuk pembiayaan yang berkaitan dengan skema chanelling dan joint financing yang berkaitan dengan perbankan. Selain itu, metode executing antara perusahaan pembiayaan yang mendapatkan kredit dari perbankan akan dilakukan mekanisme restrukturisasi sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020.

Puteri Komarudin juga mendorong agar Pemerintah, OJK, dan Perusahaan Pembiayaan untuk terus melakukan komunikasi dan koordinasi dalam penerapan peraturan tersebut sehingga memberikan manfaat bagi semua pihak. Puteri juga menekankan pentingnya tindakan pengawasan dalam implementasi kebijakan stimulus tersebut.

“Pengawasan di lapangan perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi penyalahgunaan penagihan angsuran, apalagi hingga melibatkan tindak kekerasan. Pemerintah dan OJK harus menyiapkan mekanisme pengaduan apabila ditemukan lembaga pembiayaan yang masih menagih dengan melibatkan debt collector,” ungkap Puteri.

Kolaborasi Inovatif Lintas Sektor
Politisi Partai Golkar ini juga mengajak pelaku usaha untuk mulai menyusun strategi kolaborasi inovatif lintas sektor industri, untuk menghadapi tantangan pelemahan ekonomi yang diakibatkan pandemi virus corona.

Dia melanjutkan, belajar dari inisiatif industri otomotif dunia seperti Ford, General Motors, dan Tesla, kerja sama lintas sektor teknologi dan engineering dilakukan untuk mendukung proses produksi industri alat kesehatan yang memang sedang berupaya memaksimalkan produksi alat kesehatan esensial.

Di Tiongkok, kata Puteri, lebih dari empat puluh industri restoran, hotel, dan bioskop bekerja sama dengan startup retail baru dari Alibaba untuk sementara waktu mengalih-fungsikan tenaga kerjanya menjadi driver atau pemberi layanan pesan-antar karena peningkatan transaksi daring.

“Saat ini, sinergi sudah mulai terbangun dari kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha yang berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Kini, yang perlu lebih didorong adalah kolaborasi lintas sektor industri untuk menjaga kelangsungan ekonomi kita,” tukas Puteri.

Puteri berharap kolaborasi lintas sektor industri dapat menjadi norma bisnis yang diadopsi para pelaku usaha untuk dapat menjaga kelangsungan bisnis dan menjamin terpenuhinya hak-hak pekerja di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.

“Kelangsungan bisnis pelaku usaha secara langsung memastikan berputarnya roda ekonomi riil di Indonesia. Harapannya, kolaborasi inovatif bisa menjadi jawaban untuk memastikan produksi tetap berjalan dan mengurangi kemungkinan PHK pekerja,” tutup Puteri. [hit]

Baca Juga:  Prabowo Dilarang Sholat Jumat, Ini Tanggapan Sepupu Gus Dur
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top