Jawa Barat

Mantap! Dosen UNJ Berikan Pelatihan Memahami Narasi Kenabian Bagi Guru di Ponpes Nurul Huda

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr. Abdul Fadhil, M.Ag saat menyampaikan materi pelatihan.

KESATU ONLINE – Moderasi Islam perlu terus disebarluaskan dan diarusutamakan dalam kehidupan beragama di seluruh lapisan masyarakat agar tercipta harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat yang harmoni menjadi prasayarat bagi berkembangnya budaya dan peradaban unggul.

Dengan kata lain, untuk membangun sebuah peradaban unggul maka moderasi agama merupakan titik tolaknya. Demikian diungkapkan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr. Abdul Fadhil, M.Ag pada kegiatan Pelatihan Memahami Narasi Kenabian tentang Ramah Kemanusiaan Bagi Guru di Pondok Pesantren Nurul Huda Bekasi, belum lama ini.

Baca Juga:  Pemda Prov Jabar Terus Genjot Pendapatan Pajak Kendaraan

“Moderasi Islam menjadi semacam jalan keluar bagi umat Islam, apabila mereka menginginkan untuk diakui eksistensinya dalam percaturan dunia. Tanpa moderasi Islam, umat akan terpedaya oleh dua sikap ekstrim liberalisme dan radikalisme yang akan semakin membuat mereka terpapar dalam konflik berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, moderasi Islam seharusnya menjadi acuan dalam menyikapi perubahan masyarakat. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi diasumsikan telah mempengaruhi perilaku masyarakat di segala bidang, termasuk dalam bidang keagamaan.

“Literasi keagamaan ramah kemanusiaan merupakan suatu upaya untuk menghadapi perilaku masyarakat dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang terkesan bebas tanpa ada penyaringan. Saat ini siapapun dapat mengakses situs-situs keagamaan maupun penyebaran informasi tanpa terlebih dahulu menyaring atau memfilter konten dari informasi tersebut. Sehingga, dapat mempengaruhi pemikiran masyarakat dan terpapar informasi yang mengandung radikalisme dalam beragama,” katanya menjelaskan.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas SDM, Jasa Tirta II Adakan Training Manajemen Risiko

Terakhir dia menambahkan, melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselengarakan para dosen UNJ ini bermaksud membantu guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) maupun pesantren untuk belajar mengidentifikasi, menyeleksi, membaca informasi narasi kenabian tentang ramah kemanusiaan.

“Para guru akan mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi, menyeleksi, membaca dan memahami narasi kenabian tentang ramah kemanusiaan. Serta merumuskan kebijakan-kebijakan yang dianggap penting bagi dunia pendidikan dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat guru merupakan ujung tombak dalam mendidik siswa (santri) dalam mengajarkan nilai-nilai kebaikan dari ajaran agama yang rahmatan lil alamin,” pungkas Program Studi PAI UNJ.

Baca Juga:  Kerja Sama dengan Chungcheongnam, Jabar Dorong Investasi dan Peningkatan Kualitas SDM

[red]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top