Jawa Barat

Monev Embung Air di Area Pertanian, Kadistan Jabar Blusukan ke Purwakarta

KESATU ONLINE – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat monitoring dan evaluasi (Monev) embung air di areal persawahan Kampung Peuntas Blok Cijeungjing, Desa Taringgul Tonggoh, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Selasa 31 Mei 2022.

Pada tersebut dia menyampaikan, tujuan monev ke Purwakarta ini untuk peningkatan indeks pertanaman (IP) yang berkolerasi dengan ketahanan pangan, pembangunan embung di areal pertanian di wilayah Jawa Barat juga bertujuan untuk mengantisipasi ancaman kekeringan pada lahan pertanian, dengan cara memanen air di musim hujan dan menggunakannya di musim kemarau.

Dia menjelaskan, dari 19 titik embung yang dibangun di wilayah Jawa Barat, ada dua embung yang dibangun di wilayah Kabupaten Purwakarta. Lokasinya di Kecamatan Wanayasa dan Kecamatan Maniis.

Baca Juga:  Satgas Citarum Sukses Gelar Program Vaksin Covid-19 di Tegalwaru dan Plered

“Pembangunan embung ini berkolerasi terhadap ketahanan ekonomi dan ketahanan politik. Bung Karno, mengatakan urusan pangan adalah soal hidup dan matinya suatu bangsa. Oleh karena itu perlu didukung oleh usaha yang serius, masif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi sesuai perkembangan zaman,” kata Dadan.

Ia juga mengungkapkan, dalam dunia pertanian, Indeks Pertanaman (IP) adalah hasil dari perbandingan antara jumlah luas pertanaman dalam pola tanam selama setahun dengan luas lahan yang tersedia untuk ditanami.

Baca Juga:  Kolaborasi Vaksinasi Percepat Pembentukan Herd Immunity di Jabar

“Singkatnya bisa juga diartikan sebagai rata-rata masa tanam dan panen dalam satu tahun pada lahan yang sama. Peningkatan indeks pertanaman (IP) padi merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi padi. Kami senang melalui pembangunan ini kita bisa berkolaborasi dengan para petani untuk berupaya meningkatkan produktivitas pertanian maupun tanaman hortikultura,” kata Dadan.

Dalam agenda tersebut, rombongan Distan Jawa Barat juga didampingi jajaran Dispangtan Kabupaten Purwakarta yang dipimpin oleh Sri Jaya Midan, selaku Kadispantan.

Sementara itu, Kadispantan Purwakarta mengatakan, potensi peningkatan Indek Pertanaman di setiap wilayah dapat dilakukan melalui optimalisasi lahan, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air, iklim, tanah dan unsur hara secara terpadu, serta melalui pola tanam, baik padi maupun tanaman pangan lainnya.

Baca Juga:  Wagub Uu Ruzhanul Tebar Seribu Benih Ikan di Sungai Surakatiga Kuningan

“Peningkatan IP dengan mengandalkan pengelolaan air yaitu dengan optimalisasi pengelolaan sumber daya air yang dititik beratkan untuk menyediakan air irigasi untuk tanaman dengan memanfaatkan potensi sumber daya air yang ada, baik berupa air permukaan maupun air tanah. Alhamdulillah, pembangunan embung di Desa Taringgul Tonggoh ini progresnya telah mencapai 90 persen,” pungkas Sri Jaya Midan.

[red]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top