Purwakarta

Dinkes Purwakarta Diminta Nonaktifkan Kepala Puskesmas Plered

Foto: Dian Sriwidianti Karsoma (tengah)

KESATU ONLINE – Menyusul kasus dugaan pemotongan dana jasa pelayanan (Jaspel) kesehatan di Puskesmas Plered yang sudah masuk tahap penyelidikan di Kejaksaan Negeri Purwakarta. Pelapor perkara tersebut, dr. Dian Sriwidianti Karsoma meminta Dinas Kesehatan Purwakarta menonaktifkan Kepala Puskesmas bersangkutan yang saat ini dalam status terperiksa.

“Dengan kewenangan dan jabatannya, kami khawtir terlapor atau terperiksa merekayasa para saksi lain untuk membuat kesaksian palsu dan melakukan upaya-upaya menghilangkan barang-bukti,” kata dokter Dian, kepada awak media, Senin (8/8).

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas SDM, Jasa Tirta II Adakan Training Manajemen Risiko

Menurutnya, upaya-upaya tersebut ditenggarai dilakukan terlapor untuk menghindari jeratan hukum. Kata Dian, puluhan orang telah dimintai keterangan oleh penyidik tipikor Kejari Purwakarta terkait dugaan pemotongan dana Jaspel Kesehatan.

Dian juga mengakui telah dipanggil pihak Kejaksaan pada 16 Juni 2022 lalu. Selain itu, ada dua orang pegawai di Puskesmas Plered yang dipanggil pihak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta untuk dimintai keterangan perihal dugaan pemotongan dana tersebut.

Baca Juga:  Cara Ambu Anne Hadapi Covid-19 Jelang Bulan Ramadhan

Dalam pemeriksaan tersebut, dokter Dian mengaku mendapat puluhan pertanyaan dari pihak penyidik Kejari Purwakarta. “Ada sekitar 25 pertanyaan, diantaranya soal tupoksi dokter dan lainnya,” kata Dian.

Diketahui sebelumnya, tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Plered itu secara resmi melaporkan dugaan penyelewengan dana Jaspel Kesehatan ke Kejaksaan Negeri Purwakarta pada pertengahan Mei 2022 lalu. Tak hanya soal jaspel, ada beberapa poin permasalahan yang juga dilaporkan.

Baca Juga:  Tajdid institute Persis Baksos untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

[red]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

To Top